Assalamualaikum wr.wb
kali ini aku mau share materi kelas x geografi tentang pendekatan dan aspek geografi(bab1) dan Bab 2 (Tata Surya dan Jagad Raya)
Download Bab 1 ( Pendekatan dan Aspek Geografi)
Download Bab 2 (Tata Surya dan Jagad Raya )
Ini cuplikan Filenya :
A. Teori Terjadinya Tata Surya
Bagaimana Matahari, planet, dan satelit yang bekerja
secara teratur dalam Tata Surya ini terjadi? Pertanyaan inilah yang
menggelayuti pikiran manusia dan sampai sekarang pun belum diperoleh jawaban
yang benar-benar memuaskan. Meskipun demikan, terdapat beberapa ahli yang
mengungkapkan teori-teori terbentuknya sistem tata surya kita, diantaranya
adalah sebagai berikut:
1. Teori Nebula
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant
dan Laplace pada tahun 1796. Menurut teori ini mula-mula ada kabut gas dan debu
(nebula) yang sebagian besar terdiri atas hidrogen dan sedikit helium. Nebula
mengisi seluruh alam semesta, karena proses pendinginan kabut gas tersebut
menyusut dan mulai berputar. Proses ini mula-mula berjalan lambat, selanjutnya
semakin cepat dan bentuknya berubah dari bulat menjadi semacam cakram. Sebagian
besar materi mengumpul di pusat cakram, yang kemudian menjadi matahari
sedangkan sisanya tetap berputar dan terbentuklah planet beserta satelitnya.
2. Teori Planetesimal
Teori ini menyatakan bahwa suatu ketika sebuah bintang
melintasi ruang angkasa dengan cepat dan berada dekat sekali dengan matahari.
Daya tarik bintang ini sangat besar sehingga menyebabkan pasang di bagian gas
panas matahari. Akibatnya, massa gas terlempar dari Matahari dan mulai
mengorbit. Karena daya tarik matahari, massa gas itu tertahan dan bergerak
mengelilingi Matahari. Ketika massa gas menjadi dingin, bentuknya berubah
menjadi cairan kemudian memadat. Akhirnya, massa gas itu menjadi planet yang
ada sekarang, termasuk Bumi kita.
3. Teori Pasang
Teori ini juga didasarkan atas ide benturan. Teori ini
mengatakan bahwa planet-planet terbentuk langsung oleh gas asli matahari yang
tertarik oleh sebuah bintang yang melintas di dekatnya. Jadi, teori ini awalnya
hampir sama dengan teori Planetesimal. Perbedaannya bahwa pada teori ini planet
tidak terbentuk oleh planetesimal.
Menurut teori ini, ketika bintang mendekat atau bahkan
menyerempet Matahari, tarikan gravitasinya menyedot filamen gas yang berbentuk
cerutu panjang. Filamen yang membesar di bagian tengahnya dan mengecil di kedua
ujungnya, filamen inilah akhirnya yang membentuk sebuah planet.
4. Teori Lyttleton (Bintang Kembar)
Teori Bintang Kembar dikemukakan oleh seorang astronom
ber kebangsaan Inggris yang bernama Lyttleton (1930). Teori ini mengemukakan
bahwa awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling
mengelilingi. Pada suatu masa, melintas bintang lain dan menabrak salah satu
bintang kembar tersebut kemudian menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil
yang terus berputar dan mendingin menjadi planetplanet yang mengelilingi
bintang tetap bertahan, yaitu matahari.
5. Teori Awan Debu
Teori ini mengatakan, bahwa calon Tata Surya semula
merupakan awan yang sangat luas. Awan yang terdiri atas debu dan gas kosmos itu
diperkirakan berbentuk seperti sebuah piring. Ketidakteraturan dalam awan itu
menyebabkan terjadinya perputaran. Debu dan gas yang berputar berkumpul menjadi
satu.
Sementara debu dan gas itu terus berputar, hilanglah
awannya. Partikel-partikel debu yang keras saling berbenturan, melekat, dan
kemudian menjadi planet. Berbagai gas yang terdapat di tengah awan berkembang
menjadi matahari.
B. Anggota Tata Surya
Seperti yang telah kamu ketahui di depan bahwa Tata
Surya terdiri atas Matahari (pusat Tata Surya), planet-planet yang mempunyai
orbit berbentuk elips, meteor, asteorid, komet, dan satelit alami yang bergerak
mengelilinginya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa sifat yang dimiliki
oleh anggota Tata Surya kita.
1. Matahari
Matahari adalah pusat Tata Surya. Ukuran garis tengah
Matahari adalah seratus kali lebih besar dari Bumi. Sungguh besar, bukan?
Walaupun begitu, untuk ukuran jagat raya Matahari termasuk bintang yang kecil. Masih
ada bintang yang besarnya seratus kali dari Matahari.
Jarak Matahari ke Bumi sekitar 150 juta kilometer.
Jarak Matahari ke Bumi disebut satu satuan astronomi (1 sa). Waktu yang
dibutuhkan oleh sinar Matahari untuk sampai ke Bumi 8,33 menit.
Matahari terdiri atas bagian inti dan lapisan kulit.
Bagian kulit Matahari terdiri atas lapisan fotosfera, khromosfera, dan korona.
Fotosfera merupakan gas yang dipancarkan ke segala penjuru. Di atas fotosfera
terdapat lapisan khromosfera. Korona berada pada bagian terluar Matahari,
berupa lidah api yang menyala-nyala.
Seperti halnya bintang lainnya, Matahari mengeluarkan
energi hasil reaksi nuklir yang sangat dahsyat. Pancaran energi hasil reaksi
nuklir pada bagian inti menghasilkan panas sebesar 15.000.000°C. Bandingkan
dengan suhu pada permukaannya yang hanya 6.000°C. Sungguh luar biasa panas,
bukan? Oleh karena itu di dalam Matahari tidak ada benda padat. Semuanya berupa
2. Planet
Planet merupakan benda angkasa yang tidak memiliki
cahaya sendiri, berbentuk bulatan dan beredar mengelilingi matahari. Sebagian
besar planet memiliki pengiring atau pengikut planet yang disebut satelit yang
beredar mengelilingi planet.
Dalam sistem tata surya terdapat delapan planet.
Berdasarkan urutan nya dari matahari. Planet-planet tersebut terdiri atas
Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, beredar
mengelilingi matahari pada orbit atau garis edarnya masing-masing dalam suatu
sistem tata surya.
Berdasarkan massanya, planet dalam sistem tata surya
kita dibagi menjadi dua, yaitu:
- Planet Bermassa Besar (Superior Planet), terdiri atas Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
- Planet Bermassa Kecil (Inferior Planet), terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
Sedangkan berdasarkan Jaraknya ke Matahari, planet di
bagi menjadi dua, yaitu:
- Planet Dalam (Interior Planet), yaitu planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih dekat dari jarak rata-rata bumi ke matahari atau lintasannya berada di antara lintasan bumi dan matahari. Berdasarkan kriteria tersebut, maka yang termasuk Planet Dalam adalah Merkurius dan Venus.
- Planet Luar (Eksterior Planet), yaitu planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih jauh dari jarak rata-rata bumi ke matahari atau lintasannya berada di luar lintasan bumi. Planet-planet yang termasuk ke dalam kelompok planet luar, yaitu Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Sidang Umum Perkumpulan Astronomi Internasional
(International Astronomical Union/IAU) ke-26 yang berlangsung di Praha,
Republik Ceko, pada tanggal 25 Agustus 2006 telah memutuskan beberapa keputusan
yang penting, di antaranya adalah resolusi 5A yang berisi mengenai definisi
sebuah planet. Suatu benda angkasa dapat disebut sebagai planet apabila
memiliki syarat-syarat sebagai berikut.
- Berada dalam suatu orbit yang mengelilingi matahari.
- Mempunyai berat yang cukup untuk gravitasi dirinya dalam mengatasi tekanan rigid supaya ia menjadi satu ekuilibrium hidrostatik (bentuk hampir bulat).
- Merupakan objek yang dominan dalam orbitnya sendiri.
Planet Pluto, berdasarkan keputusan sidang IAU, tidak
memenuhi syarat sebagai sebuah planet karena Pluto memiliki orbit yang tumpang
tindih dengan Neptunus. Hal ini menunjukkan Pluto sebagai sebuah objek yang
tidak dominan di orbitnya sendiri.
Berikut ini beberapa karakteristik khas dari
planet-planet dalam Tata Surya.
Merkurius
Merkurius merupakan planet terdekat dengan Matahari.
Kedekatan ini mengakibatkan suhu di Merkurius sangat panas. Panas siang hari di
Merkurius sangat tinggi, konon mampu melelehkan timah yang melapisi kaleng.
Jarak antara Matahari dengan Merkurius kurang lebih 57 juta km. Sedangkan jarak
dengan Bumi sekitar 92 juta km. Ukurannya hanya 27% dari ukuran Bumi. Merkurius
mengelilingi matahari (revolusi) memerlukan waktu 88 hari, sedangkan rotasinya
memerlukan waktu 59 hari. Planet tersebut begitu lambat berputar sehingga satu
hari hampir sama lamanya dengan satu tahun di Bumi.
Venus
Venus adalah planet kedua setelah Merkurius. Planet
ini adalah planet yang paling terang di antara planet yang lain karena jaraknya
yang relatif dekat dengan planet Bumi. Garis tengah planet ini kurang lebih
12.205 kilometer dan besarnya hampir sama dengan Bumi. Waktu yang diperlukan
untuk mengelilingi matahari adalah 224,7 hari dan waktu rotasinya selama 225 hari
atau kurang lebih 7,5 bulan. Jarak Venus dengan matahari adalah 108.210.000 km.
Bumi
Bumi merupakan planet yang berada pada urutan ketiga
dari matahari. Jarak rata-ratanya ke matahari sekitar 150 juta km. Periode
revolusinya sekitar 365,25 hari dan periode rotasinya sekitar 23 jam 56 menit
dengan arah barat-timur. Bumi memiliki satu satelit yang selalu beredar
mengelilingi bumi, yaitu Bulan (The Moon).
Mars
Planet Mars adalah planet terluar yang paling dekat
dengan Bumi. Pada malam hari kadang kita melihat sebuah ”bintang” cemerlang
yang bercahaya kemerahan. Itulah Mars atau planet merah. Namanya berasal dari
nama dewa perang Romawi. Planet ini memiliki diameter kira-kira 6.800 km atau
sekitar setengah diameter Bumi. Masa rotasi Mars adalah 24 jam 37 menit dan
masa revolusinya 687 hari. Mars memiliki dua buah satelit, yaitu Deimos dan
Phobos, temperaturnya lebih rendah dibandingkan dengan temperatur di Bumi.
Yupiter
Yupiter adalah planet terbesar yang ada di dalam Tata
Surya. Jika kita bayangkan Yupiter sebagai wadah, maka ia mampu menampung
sebanyak 1310 planet seukuran Bumi. Tetapi tidak sebanding dengan besarnya,
berat Yupiter hanya dua setengah kali Bumi. Planet ini lembek, permukaannya
hanya berupa gas helium dan hidrogen cair yang terbungkus awan yang bergerak.
Keunikan lain yang dimiliki Yupiter, yaitu rotasi yang paling cepat, hanya
membutuhkan 10 jam. Sedangkan masa revolusinya membutuhkan waktu yang sangat
lama, yaitu 12 tahun.
Saturnus
Saturnus merupakan planet terbesar kedua setelah Yupiter,
diameternya sekitar 120.200 km. Periode rotasinya sekitar 10 jam 14 menit dan
revolusinya sekitar 29,5 tahun. Planet ini memiliki tiga cincin tipis yang
arahnya selalu sejajar dengan ekuatornya, yaitu Cincin Luar, Cincin Tengah, dan
Cincin Dalam. Diameter Cincin Luar Planet Saturnus adalah sekitar 273.600 km,
Cincin Tengah sekitar 152.000 km, dan Cincin Dalam memiliki diameter sekitar
160.000 km. Antara Cincin Dalam dan permukaan Saturnus dipisahkan ruang kosong
berjarak sekitar 11.265 km. Planet Saturnus memiliki atmosfer yang sangat rapat
terdiri atas hidrogen, helium, metana, dan amoniak. Planet ini memiliki satelit
yang jumlahnya sekitar 11 satelit, di antaranya Titan, Rhea, Thetys, dan Dione.
Uranus
Planet Uranus memiliki diameter 49.000 km, hampir
empat kali lipat dari diameter bumi. Periode revolusinya sekitar 84 tahun,
sedangkan rotasinya sekitar 10 jam 49 menit. Berbeda dengan planet lainnya,
sumbu rotasi pada Planet Uranus searah dengan arah datangnya sinar matahari
sehingga kutubnya seringkali menghadap ke arah matahari. Atmosfer Uranus
dipenuhi oleh hidrogen, helium, dan metana. Di luar batas atmosfer Planet
Uranus terdapat lima satelit yang mengelilinginya, yaitu Miranda, Ariel,
Umbriel, Titania, dan Oberon. Jarak rata-rata Planet Uranus ke matahari sekitar
2.870 juta km. Seperti halnya dengan Yupiter dan Saturnus, planet ini pun
merupakan planet raksasa yang sebagian besar massanya berupa gas. Planet Uranus
merupakan planet bercincin, ketebalan cincinnya sekitar satu meter terdiri atas
partikel-partikel gas yang sangat tipis dan redup.
Neptunus
Kondisi di Neptunus tidak berbeda jauh dari Uranus,
terdiri atas gas. Ukuran Neptunus juga besar, meskipun tidak sebesar Yupiter.
Jika diumpamakan wadah kosong, Neptunus mampu menampung 60 planet seukuran
Bumi. Satu tahun di Neptunus sama dengan 165 tahun di Bumi sedangkan satu hari
di sana sekitar 16 jam di Bumi. Sejak tahun 1984, para ahli telah menduga bahwa
Neptunus mempunyai cincin. Dugaan ini terbukti setelah pesawat angkasa Voyager
2 berhasil mendekati Neptunus dan memastikan bahwa Neptunus memiliki paling
tidak tiga lapis cincin.
3. Asteroid
Asteroid merupakan planet berbatu yang kecil (diameter
1.700 km) dengan jumlah yang sangat banyak. Dalam Tata Surya terdapat
beribu-ribu asteroid yang juga mengelilingi Matahari. Asteroid yang orbitnya
melewati orbit bumi dinamakan asteroid Apollo. Selain itu, banyak di antara
asteroid yang sudah diberi nama sesuai dengan nama penemunya.
Sebagian besar kelompok asteroid dijumpai berada di
antara orbit planet Mars dan Yupiter. Daerah ini dikenal sebagai Sabuk Utama
(Main Belt). Selain asteroid yang mendiami daerah Sabuk Utama, ada pula
kelompok asteroid dengan orbit yang berbeda, seperti kelompok Trojan dan
kelompok asteroid AAA (Triple A Asteroids-Amor, Apollo, Aten).
4. Meteor
Ketika kita melihat sejenak ke langit yang cerah pada
malam hari, tampak seberkas cahaya bergerak cepat lalu hilang. Itulah meteor.
Meteor atau disebut juga bintang jatuh merupakan bagian dari asteroid yang
terpisah. Meteor yang jatuh mengarah ke Bumi akan tampak seperti bola api.
Meteor yang jatuh terkadang sangat banyak dan disebut
sebagai hujan meteor. Ketika terjadi hujan meteor, jutaan meteor masuk ke dalam
atmosfer Bumi, tetapi sebagian besar terbakar habis sebelum mencapai permukaan
Bumi. Kadang-kadang meteor yang besar tidak terbakar habis dan akhirnya sampai
ke permukaan Bumi dan disebut sebagai meteorit.
Meteor besar yang jatuh ke Bumi akan membentuk kawah
besar seperti kawah Barringer di wilayah Arizona. Kawah ini terbentuk oleh
meteor yang jatuh kira-kira 40.000 tahun yang lalu.
5. Komet
Komet merupakan benda angkasa yang terlihat bercahaya
dikarenakan adanya gesekan atom-atom di udara. Ukurannya dapat melebihi 10 mil
dan mempunyai ekor yang panjangnya jutaan mil. Oleh karena itu, komet sering
disebut juga bintang berekor. Ciri khas komet adalah ekornya yang sangat
panjang. Panjangnya bisa mencapai 100 juta km. Inti komet disebut nukleus yang
terdiri atas bongkahan es serta gas yang telah membeku. Diameter nukleus bisa
mencapai 10 km. Ekor merupakan bagian dari komet, berasal dari coma yang
menyelimuti inti komet. Diameter coma bisa mencapai 100.000 km.
TEORI
PERKEMBANGAN MUKA BUMI, MELIPUTI:
— TEORI KONTRAKSI
— TEORI APUNGAN BENUA (CONTINENTAL DRIFT)
— TEORI LAURASIA GONDWANA
— TEORI KONVEKSI
— TEORI PERGESERAN DASAR LAUT
— TEORI LEMPENG TEKTONIK
1. TEORI KONTRAKSI
— Teori ini dikemukakan oleh James Dana & Elie De Baumant.
— Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi mengalami pengerutan karena proses pendinginan di bagian dalam bumi akibat konduksi panas.
— Pengerutan-pengerutan itu mengakibatkan bumi menjadi tidak rata.
— TEORI KONTRAKSI
— TEORI APUNGAN BENUA (CONTINENTAL DRIFT)
— TEORI LAURASIA GONDWANA
— TEORI KONVEKSI
— TEORI PERGESERAN DASAR LAUT
— TEORI LEMPENG TEKTONIK
1. TEORI KONTRAKSI
— Teori ini dikemukakan oleh James Dana & Elie De Baumant.
— Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi mengalami pengerutan karena proses pendinginan di bagian dalam bumi akibat konduksi panas.
— Pengerutan-pengerutan itu mengakibatkan bumi menjadi tidak rata.
2. TEORI APUNGAN BENUA (CONTINENTAL DRIFT)
— Teori ini dikemukakan oleh Alfred Lothar Wegener (1912).
— Menurut Wegener, dipermukaan bumi pd awalnya hanya terdapat sebuah benua besar (Pangea) & sebuah samudera yg luas (Tethys Ocean).
— Benua tersebut kemudian bergeser secara perlahan ke arah ekuator & barat hingga mencapai posisi seperti sekarang.
— Teori ini dikemukakan oleh Alfred Lothar Wegener (1912).
— Menurut Wegener, dipermukaan bumi pd awalnya hanya terdapat sebuah benua besar (Pangea) & sebuah samudera yg luas (Tethys Ocean).
— Benua tersebut kemudian bergeser secara perlahan ke arah ekuator & barat hingga mencapai posisi seperti sekarang.
3. TEORI LAURASIA - GONDWANA
— Teori ini dikemukakan oleh E. Zuess & Frank B. Taylor (1910).
— Mereka menyatakan bahwa pd mulanya hanya terdapat dua benua besar di bumi (Laurasia & Gondwana).
— Kedua benua tesebut kemudian bergerak perlahan ke arah ekuator sehingga terpecah-pecah membentuk benua-benua yg tampak seperti sekarang.
— Teori ini dikemukakan oleh E. Zuess & Frank B. Taylor (1910).
— Mereka menyatakan bahwa pd mulanya hanya terdapat dua benua besar di bumi (Laurasia & Gondwana).
— Kedua benua tesebut kemudian bergerak perlahan ke arah ekuator sehingga terpecah-pecah membentuk benua-benua yg tampak seperti sekarang.
4. TEORI ARUS KONVEKSI
— Teori ini dikemukakan oleh Harry Hess (1923).
— Teori ini menyatakan bahwa terjadi aliran konveksi ke arah vertikal di dalam lapisan astenosfer yg agak kental.
— Aliran konveksi yg merambat ke dalam kerak bumi menyebabkan batuan kerak bumi menjadi lunak.
— Gerak aliran dari dalam tersebut mengakibatkan permukaan bumi menjadi tidak rata.
— Teori ini dikemukakan oleh Harry Hess (1923).
— Teori ini menyatakan bahwa terjadi aliran konveksi ke arah vertikal di dalam lapisan astenosfer yg agak kental.
— Aliran konveksi yg merambat ke dalam kerak bumi menyebabkan batuan kerak bumi menjadi lunak.
— Gerak aliran dari dalam tersebut mengakibatkan permukaan bumi menjadi tidak rata.
5. TEORI PERGESERAN DASAR SAMUDERA
— Teori ini dikemukakan oleh Robert Diezt.
— Merupakan hasil pengembangan dari teori Konveksi.
— Penelitian topografi dasar laut menemukan bukti-bukti tentang terjadinya pergeseran dasar laut dari arah punggung dasar ke kedua sisinya.
— Teori ini dikemukakan oleh Robert Diezt.
— Merupakan hasil pengembangan dari teori Konveksi.
— Penelitian topografi dasar laut menemukan bukti-bukti tentang terjadinya pergeseran dasar laut dari arah punggung dasar ke kedua sisinya.
6. TEORI LEMPENG TEKTONIK
— Teori ini dikemukakan oleh Mc. Kenzie & Robert Parker .
— Merupakan penyempurnaan dari teori-teori sebelumnya.
— Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi & litosfer yg mengapung di atas astenosfer dianggap satu lempeng yg saling berhubungan.
— Aliran arus konveksi yg keluar dari punggung laut menyebar ke kedua sisinya, sedangkan bagian lainnya akan masuk kembali ke dalam & bercampur dgn materi di lapisan itu.
— Daerah tempat masuknya materi tersebut merupakan patahan yg ditandai dgn adanya palung laut & pulau vulkanis.
— Teori ini dikemukakan oleh Mc. Kenzie & Robert Parker .
— Merupakan penyempurnaan dari teori-teori sebelumnya.
— Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi & litosfer yg mengapung di atas astenosfer dianggap satu lempeng yg saling berhubungan.
— Aliran arus konveksi yg keluar dari punggung laut menyebar ke kedua sisinya, sedangkan bagian lainnya akan masuk kembali ke dalam & bercampur dgn materi di lapisan itu.
— Daerah tempat masuknya materi tersebut merupakan patahan yg ditandai dgn adanya palung laut & pulau vulkanis.
LEMPENG-LEMPENG
DI BUMI
Pada saat ini di permukaan bumi terdapat 6 lempeng utama, yaitu :
1. Lempeng Eurasia, wilayahnya meliput Eropa, Asia, dan daerah pinggirannya termasuk Indonesia.
2. Lempeng Amerika, wilayahnya meliputi Amerika Utara, Amerika Selatan, dan setengah bagian barat Lautan Atlantik.
3. Lempeng Afrika, wilayahnya meliputi Afrika, setengah bagian timur Lautan Atlantik, dan barat laut Lautan Hindia.
4. Lempeng Pasifik, wilayahnya meliputi seluruh lempeng di Lautan Pasifik.
5. Lempeng Indo-Australia, wilayanhnya meliputi lempeng Lautan Hindia serta sub kontinen India dan Australia bagian barat.
6. Lempeng Antartika, wilayahnya meliputi kontinen Antartika dan lempeng Lautan Antartika
Pada saat ini di permukaan bumi terdapat 6 lempeng utama, yaitu :
1. Lempeng Eurasia, wilayahnya meliput Eropa, Asia, dan daerah pinggirannya termasuk Indonesia.
2. Lempeng Amerika, wilayahnya meliputi Amerika Utara, Amerika Selatan, dan setengah bagian barat Lautan Atlantik.
3. Lempeng Afrika, wilayahnya meliputi Afrika, setengah bagian timur Lautan Atlantik, dan barat laut Lautan Hindia.
4. Lempeng Pasifik, wilayahnya meliputi seluruh lempeng di Lautan Pasifik.
5. Lempeng Indo-Australia, wilayanhnya meliputi lempeng Lautan Hindia serta sub kontinen India dan Australia bagian barat.
6. Lempeng Antartika, wilayahnya meliputi kontinen Antartika dan lempeng Lautan Antartika
Bumi telah
terbentuk sekitar 4,6 milyar tahun yang lalu. Bumi merupakan planet
dengan urutan ketiga dari delapan planet yang dekat dengan matahari.
Jarak bumi dengan matahari sekitar 150 juta km, berbentuk bulat dengan radius ±
6.370 km. Bumi merupakan satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh
berbagai jenis mahluk hidup. Permukaan bumi terdiri dari daratan dan
lautan.
ROTASI DAN REVOLUSI BUMI SERTA PENGARUHNYA
|
Pengertian Rotasi Bumi
Rotasi bumi adalah peredaran bumi
mengelilingi sumbunya atau porosnya dari arah barat ke timur. Lamanya rotasi
bumi disebut kala rotasi yaitu selama 23 jam 56 menit 4 detik (disebut satu
hari).
Akibat
Rotasi Bumi
Akibat perputaran bumi pada
porosnya (rotasi bumi) maka akan terjadi beberapa peristiwa di bumi yaitu :
1).
Terjadinya siang dan malam
Bagian bumi yang menghadap kearah
matahari ketika berputar pada porosnya akan mengalami siang, sebaliknya
bagian bumi yang membelakangi matahari akan mengalami malam, dan hal ini
terjadi secara bergantian yaitu panjang waktu siang dan malam rata-rata 12
jam. Perbedaan waktu siang dan malam akan menjadi lebih besar pada
tempat-tempat yang jauh dari khatulistiwa.
2).
Terjadinya perbedaan waktu diberbagai tempat di muka bumi
Orang-orang yang berada disebelah
timur akan mengalami matahari terbit dan terbenam lebih dahulu. Hal ini
dikarenakan bumi berputar dari arah barat ke timur. Daerah yang berada pada
sudut 15 derajat lebih ke timur akan melihat matahari terbit lebih dahulu
selama 1 jam, maka jika di Nusa Tenggara Barat matahari telah terbit, maka
kita di Jakarta baru melihat matahari terbit satun jam setelahnya. Atau jika
di Nusa Tenggara Barat pukul 06.00 WITA, maka di Jakarta baru pukul 05.00
WIB.
3). Gerak
semu harian bintang
Akibat rotasi bumi maka kita yang
ada di bumi melihat seolah olah mataharilah yang bergerak berputar dari timur
kebarat mengelilingi bumi. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah matahari
tidak bergerak, tetapi bumilah bergerak berputar mengelilingi matahari dari
barat ke timur. Gerak yang tidak sebenarnya ini dinamakan gerak semu harian
bintang. Disebut gerak semu harian karena kita dapat mengamatinya setiap hari
atau setiap saat.
4).
Perbedaan percepatan gravitasi di permukaan bumi
|
Pengertian Revolusi Bumi
Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi merupakan akibat tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dengan gaya gravitasi bumi, selain perputaran bumi pada porosnya atau disebut rotasi bumi.
Kala revolusi bumi dalam satu kali mengelilingi matahari adalah 365¼ hari. Bumi berevolusi tidak tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan miring dengan arah yang sama membentuk sudut 23,50 terhadap matahari, sudut ini diukur dari garis imajiner yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan sumbu rotasi.
Pengaruh Revolusi Bumi
1. Perbedaan Lama Siang dan Malam
Kombinasi antara revolusi bumi serta kemiringan sumbu bumi terhadap bidang ekliptika menimbulkan beberapa gejala alam yang diamati berulang setiap tahunnya.
Antara tanggal 21 Maret s.d 23 September
- Kutub utara mendekati matahari, sedangkan kutub selatan menjauhi matahari.
- Belahan bumi utara menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi selatan.
- Panjang siang dibelahan bumi utara lebih lama daripada dibelahan bumi selatan.
- Ada daerah disekitar kutub utara yang mengalami siang 24 jam dan ada daerah disekitar kutub selatan yang mengalami malam 24 jam.
- Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke utara.
- Kutub utara paling dekat ke matahari pada tanggal 21 juni. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke utara.
Antara tanggal 23 September s.d 21 Maret
- Kutub selatan lebih dekat mendekati matahari, sedangkan kutub utara lebih menjauhi matahari.
- Belahan bumi selatan menerima sinar matahari lebih banyak daripada belahan bumi utara.
- Panjang siang dibelahan bumi selatan lebih lama daripada belahan bumi utara.
- Ada daerah di sekitar kutub utara yang mengalami malam 24 jam dan ada daerah di sekitar kutub selatan mengalami siang 24 jam.
- Diamati dari khatulistiwa, matahari tampak bergeser ke selatan.
- Kutub selatan berada pada posisi paling dekat dengan matahari pada tanggal 22 Desember. Pada saat ini pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5o ke selatan.
Pada tanggal 21 Maret dan 23 Desember
- Kutub utara dan kutub selatan berjarak sama ke matahari.
- Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.
- Panjang siang dan malam sama diseluruh belahan bumi.
- Di daerah khatulistiwa matahahari tampak melintas tepat di atas kepala.
2. Gerak Semu Tahunan Matahari
Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember – 21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni – 21 Desember ) disebut gerak semu harian matahari. Disebut demikian karena sebenarnya matahari tidak bergerak. Gerak itu akibat revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring.
3. Perubahan Musim
Belahan bumi utara dan selatan mengalami empat musim. Empat musim itu adalah musim semi, musim panas, musim gugur,, dan musim dingin. Berikut ini adalah tabel musim pad waktu dan daerah tertentu di belahan bumi
Musim-musim dibelah bumi utara
Musim semi : 21 Maret – 21 Juni
Musim panas : 21 Juni – 23 September
Musim gugur : 23 September – 22 Desember
Musim Dingin : 22 Desember – 21 Maret
Musim-musim dibelah bumi selatan
Musim semi : 23 September – 22 Desember
Musim panas : 22 Desember – 21 Maret
Musim gugur : 21 Maret – 22 Juni
Musim Dingin : 21 Juni – 23 September
4. Perubahan Kenampakan Rasi Bintang
Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang tampak dari bumi membentuk pola-pola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan. Karena letak bintang-bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati dari bumi seolah-olah tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces, Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain
Ketika bumi berada disebelah timur matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah timur matahari. Ketika bumi berada di sebelah utara matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang berada di sebelah utara matahari. Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang yang nampak dari bumi selalu berubah.
5. Kalender Masehi
Lama waktu dalam setahun adalah 365 hari. Untuk menampung kelebihan ¼ hari pada tiap tahun maka lamanya satu tahun diperpanjang 1 hari menjadi 366 hari pada setiap empat tahun. Satu hari tersebut ditambahkan pada bulan februari. Tahun yang lebih panjang sehari ini disebut tahun kabisat. Untuk mempermudah mengingat, maka dipilih sebagai tahun kabisat adalah tahun yang habis di bagi empat. Contohnya adalah 1984,2000, dan lain-lain



0 Komentar